[Dedikasi Untuk Yang bertopeng Itu!]
Dia berdiri tegak dan kaku
Khusyuk menghadap Penciptanya
Suara garau ketika membaca iftitah
Sampai terus ke corong pendengaranku
Jam 3 petang
Arena teater memula segala laku
Aku tampak dia yang botak dan berjanggut
Yang khusyuk berteleku Zohor tadi
Menjadi pelakon rancak beraksi
Mungkin itu jalannya
Bidang seni itu sering
Seni itu duri
Seni itu api
Seni itu seni
Aksi dan laku
Penuh langkah ribuan tanya
Seribu soal dan cerita
Khusyuk yang terpamer pada tutur
Ikhlas yang terpancar pada gerak
Lancar bicara di arena teater
Sama lancar pada doa iftitah
Hanya dia yang rasa
Wahai manusia teater!
Jangan lebur janjimu pada Nya
Ikhlas pada dirimu yang aku mahu
Walau seni itu duri
Mampu mencarik pangkal rasa imanmu
Walau seni itu api
Bisa cair peganganmu
Ingatlah manusia teater!
Seni itu seni














0 comments:
Post a Comment
Lakarkan Sesuatu, Moga bermanfaat buat diri